DPRD Kaltim Minta Disdikbud Hitung Kebutuhan Riil Asrama Sekolah Negeri untuk Hindari Pungutan Tambahan

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menghitung secara menyeluruh kebutuhan riil anggaran operasional sekolah-sekolah negeri yang memiliki fasilitas asrama. Langkah ini diambil menyusul munculnya surat edaran pungutan biaya asrama di salah satu sekolah negeri di Samarinda yang dinilai memberatkan orang tua siswa.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kecukupan anggaran yang dialokasikan pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa selama ini pembiayaan asrama belum pernah dibahas secara detail oleh pemerintah daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi kekurangan dana.

“Kita minta pemerintah melalui Diknas menghitung betul-betul kebutuhan riilnya. Kalau bisa, sepenuhnya asrama dibiayai pemerintah,” ujar Darlis.

Baca Juga :  Nurhadi Berharap Gabung Komisi IV DPRD Kaltim, Fokus pada Peningkatan Pendidikan

Saat ini terdapat tiga sekolah negeri di Kaltim yang memiliki fasilitas asrama, yakni SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 1 Sangatta Utara, dan SMA Negeri 3 Tenggarong. Menurut Darlis, anggaran yang diberikan pemerintah hanya sekitar Rp1,56 juta per siswa, sementara kebutuhan riil mencapai Rp2,6 juta per siswa berasrama.

“Jadi wajar kalau muncul persoalan, karena dana yang dianggarkan belum cukup menutupi seluruh kebutuhan asrama,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini sebagian biaya asrama ditanggung oleh orang tua siswa. Namun, kondisi tersebut memicu polemik karena dianggap bertentangan dengan kebijakan pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah. Banyak orang tua kaget ketika menerima surat edaran pungutan tambahan.

Baca Juga :  Rencana Pembangunan Sirkuit Permanen di Kabupaten Berau Diharapkan Jadi Wadah Bakat Anak Muda dan Dongkrak Pariwisata

“Kita minta agar pemerintah provinsi menghitung kebutuhan riil asrama itu dengan jelas, supaya ke depan tidak ada lagi polemik seperti ini,” tegasnya.

DPRD Kaltim berharap evaluasi dan perhitungan anggaran yang lebih akurat dapat memperkuat sistem pembiayaan pendidikan di daerah. Dengan demikian, visi pendidikan gratis yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Kaltim dapat terwujud tanpa membebani orang tua siswa. (Adv).

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB