Radiuskaltim.co, Samarinda – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Samarinda menyoroti lonjakan tarif air PDAM yang belakangan memicu keluhan luas dari masyarakat.
Bendahara KNPI Kota Samarinda, Alfonsius Limba, menegaskan bahwa kenaikan tersebut harus dikaji secara transparan dan disosialisasikan langsung kepada masyarakat.
“KNPI Samarinda memahami pentingnya peningkatan layanan air bersih, tetapi lonjakan tarif PDAM yang signifikan tanpa dasar yang jelas tentu menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Alfons kepada awak media, Rabu (5/11).
Demisioner Ketua GMNI Kota Samarinda itu menilai, Pemerintah Kota perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan tata kelola PDAM. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, maka masyarakat akan menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Penting bagi Pemkot Samarinda untuk mengevaluasi secara total kinerja PDAM. Jika tidak dilakukan, masyarakat sendiri yang akan menanggung dampaknya,” tegas Alfons.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik terkait dasar dan alasan kenaikan tarif tersebut.
“Hal ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. KNPI Samarinda siap memfasilitasi ruang dialog antara pemerintah, PDAM, dan warga,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Alfons memperingatkan bahwa KNPI Samarinda siap mengambil langkah tegas jika aspirasi masyarakat terus diabaikan.
“Jika PDAM Samarinda tidak mengindahkan hal ini, kami siap turun ke jalan,” pungkasnya.









