RadiusKaltim.co, Samarinda – Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat memburuknya kualitas udara dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda mendapat perhatian DPRD Kota Samarinda.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai penerapan PJJ belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat kendala perangkat pembelajaran dan akses internet yang dialami sebagian siswa.
Menurutnya, PJJ merupakan langkah darurat untuk melindungi anak-anak dari paparan udara yang tidak sehat. Namun, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kesiapan siswa, orang tua, dan sekolah agar proses belajar tetap berjalan.
“Kalau kita bilang efektif atau tidak, tentu tidak efektif,” ujar Sri Puji Astuti, saat diwawancara Selasa (20/10/2026).
Ia menyoroti keterbatasan fasilitas digital yang dapat membuat sebagian siswa kesulitan mengikuti pelajaran dari rumah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesenjangan pembelajaran apabila tidak disertai dukungan yang memadai.
“Tidak semua keluarga memiliki fasilitas yang memadai. Itu perlu menjadi pertimbangan agar dapat menciptakan efektivitas dan tidak terjadi kesenjangan,”tuturnya
Lebih lanjut, DPRD berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada perubahan metode belajar, tetapi juga memperhatikan penyebab utama gangguan pendidikan tersebut, yakni kualitas udara akibat karhutla.
Penanganan karhutla, pemantauan kualitas udara, serta penyampaian informasi yang jelas kepada orang tua dan sekolah perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, keselamatan siswa tetap terjaga tanpa mengabaikan hak mereka untuk memperoleh pendidikan.









