Radiuskaltim.co, Kukar – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Komisi IV, Sopan Sopian, mendorong pemerintah desa dan kelurahan memperkuat mitigasi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
Upaya ini perlu dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan, penyediaan sarana pemadam, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas.
Sopan mengatakan, pengalaman kebakaran besar di Muara Muntai pada 2024 menjadi pelajaran penting dalam memperbaiki sistem penanganan kebakaran. Saat itu, puluhan rumah warga di kawasan pasar hangus terbakar.
“Muara Muntai juga pernah mengalami musibah kebakaran besar pada 2024. Peristiwa tersebut menjadi evaluasi bagi kami,” ujarnya saat diwawancarai di Hotel Grand Elty Tenggarong, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, ketika masih menjabat sebagai kepala desa, dirinya telah memprogramkan pembangunan sejumlah titik hidran di kawasan padat penduduk. Sarana tersebut diperlukan untuk membantu masyarakat dan petugas saat menghadapi kebakaran.
Dalam kejadian kebakaran berikutnya, dukungan sarana dan prasarana seperti pompa air turut diberikan bersama para relawan. Gerak cepat relawan yang berupaya memblokade api juga membantu mencegah dampak lebih besar terhadap permukiman warga.
“Alhamdulillah, dalam kejadian kebakaran kemarin, kami bersama para relawan juga memberikan dukungan sarana dan prasarana, seperti pompa air,” katanya.
Menurut Sopan, kesiapsiagaan masyarakat di Muara Muntai mulai terbentuk. Warga sudah memahami pentingnya pemetaan kawasan rawan dan bergerak cepat untuk membatasi penyebaran api ketika kebakaran terjadi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tersebut tetap perlu diperkuat. Pemerintah desa dan kelurahan harus memberikan perhatian khusus terhadap kawasan padat penduduk yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
“Bukan berarti semuanya sudah matang, tetapi masyarakat sudah memahami bagaimana melakukan pemetaan dan bergerak cepat untuk memblokade api ketika terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Selain pembangunan hidran, Sopan mendorong penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di posko-posko terdekat. Pemanfaatan embung air serta penampungan air swadaya masyarakat, seperti tandon dan penampungan berbahan terpal, juga perlu menjadi perhatian.
Ia menilai, ketersediaan sumber air dan peralatan pemadam yang mudah dijangkau dapat membantu mempercepat penanganan awal sebelum api membesar.
“Kami berharap pemerintah desa dan kelurahan terus memetakan kawasan rawan kebakaran dan memberikan perhatian khusus terhadap wilayah padat penduduk,” tutup Sopan. (Adv/Hrd)









