Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – DPRD Kalimantan Timur menilai persoalan ketimpangan penyerapan bantuan keuangan antar daerah bukan semata karena kelemahan administrasi kabupaten/kota, tetapi juga akibat lemahnya sistem pembinaan di tingkat provinsi. Menurut DPRD, Pemprov Kaltim belum memiliki model pendampingan yang seragam sehingga daerah kecil kerap tertinggal dalam penguasaan sistem penatausahaan anggaran.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menilai Pemprov, khususnya Bappeda, perlu melakukan reformulasi pola pembinaan teknis. Ia menyoroti bahwa selama ini banyak daerah harus berkali-kali melakukan perbaikan karena tidak mendapatkan panduan yang memadai.

Baca Juga :  Fadly Imawan Dorong Generasi Muda Paser Aktif dalam Demokrasi Melalui Seminar

“Jangan sampai pembangunan tersendat hanya karena daerah tidak tahu harus mulai dari mana,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

DPRD melihat problem ini semakin krusial karena Kaltim kini menjadi penyangga utama wilayah Ibu Kota Nusantara. Ketidaksiapan administrasi di sejumlah daerah dinilai bisa menghambat percepatan pembangunan kawasan penyangga, termasuk pemerataan infrastruktur dasar. Karena itu, DPRD meminta Pemprov memiliki peta jalan pembinaan yang berjenjang, bukan sekadar menunggu kabupaten/kota menyetor dokumen.

Hasanuddin menegaskan bahwa pemetaan kapasitas tiap daerah penting untuk memastikan intervensi yang tepat. Beberapa daerah kecil, menurutnya, butuh pendampingan yang lebih intensif agar tidak terus gagal memenuhi syarat administrasi.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Minta Pemprov Tertibkan Pajak Alat Berat, Potensi Kebocoran PAD Dinilai Serius

“Kasihan daerahnya. Mereka butuh bantuan, tapi tidak bisa diproses karena sejak awal tidak diarahkan dengan benar,” katanya.

DPRD berkomitmen mengawal perbaikan mekanisme ini dan meminta Pemprov memastikan setiap kabupaten/kota memiliki kemampuan yang sama dalam mengelola administrasi anggaran. Tanpa pembinaan yang kuat, DPRD khawatir ketimpangan pembangunan akan terus terjadi dan memperlambat integrasi Kaltim sebagai wilayah strategis penyangga IKN.

Teks foto : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (istimewa).

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
DPRD Kaltim Dorong Daerah Tertinggal Perkuat Kapasitas Administrasi agar Tak Kehilangan Bantuan Provinsi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB