Samarinda– Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan alur sungai.
Menurut Ananda, jalur sungai yang saat ini sebagian besar dikelola swasta memiliki peluang besar sebagai sumber PAD jika pengelolaannya diatur dengan regulasi yang jelas, termasuk melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
“Ada rencana membuat Perda tentang alur sungai. Kalau memang bisa memberikan manfaat besar bagi Kaltim, kenapa tidak dimanfaatkan? Ini bisa menjadi sumber peningkatan PAD,” ujar Ananda.Senin 01/11/2025.
Ia menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum kebijakan diterapkan, termasuk studi kelayakan dan analisis ekonomi untuk memastikan mekanisme pengelolaan jelas dan tidak menimbulkan tumpang tindih.
“Harus ada studi kelayakan agar pengelolaannya transparan, jelas, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” jelasnya.
Sorotan Ananda juga mencakup insiden tabrakan kapal di alur sungai beberapa waktu lalu, yang merugikan daerah karena tidak ada ganti rugi dari pihak terkait.
Peristiwa ini menurutnya menjadi bukti perlunya regulasi yang lebih tegas dan sistem pengawasan yang kuat.
“Kejadian kapal menabrak fender tapi tidak ada kompensasi merugikan daerah. Harus ada tindak lanjut dan peringatan keras,” tegas politisi PDIP itu.
Ananda menambahkan, koordinasi dengan Komisi II DPRD Kaltim akan dilakukan untuk membahas lebih jauh rencana pembentukan Perda tersebut dan potensi kontribusinya terhadap PAD.
Ia juga menilai bahwa pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat menjadi momentum bagi daerah untuk lebih mandiri secara fiskal.
“Pemangkasan pasti ada. Karena itu, daerah harus kreatif dalam diversifikasi PAD dan tidak hanya bergantung pada transfer pusat,” pungkasnya.
Penulis : Adi
Editor : Syahfril









