Radiuskaltim.co, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan Arbizz Space di kawasan Taman Pujasera, Tenggarong, sebagai ruang publik yang menggabungkan aktivitas rekreasi, budaya dan bisnis masyarakat.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Arbizz Space dirancang sebagai tempat masyarakat bertemu, bertukar gagasan hingga mengembangkan aktivitas ekonomi.
“Kita mau Arbizz Space ini nanti bisa menjadi connecting people ruang temu orang-orang yang dihabiskan waktu bersama keluarga,” kata Aulia saat peresmian Arbizz Space, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, nama Arbizz merupakan singkatan dari Aktivasi, Rekreasi, Budaya dan Bisnis. Empat unsur tersebut menjadi konsep utama dalam pengembangan kawasan.
Dari sisi rekreasi, Arbizz Space diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersantai dan menyegarkan pikiran. Lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan perkantoran pemerintah juga diharapkan dapat menjadi alternatif ruang istirahat bagi masyarakat maupun aparatur sipil negara.
Sementara dari sisi budaya, Aulia ingin ruang publik tersebut tetap membawa identitas Kukar di tengah cepatnya perkembangan budaya global.
“Kita ingin budaya kita juga ada di sini. Karena kita tahu hari ini budaya K-pop, budaya-budaya dari luar masuk. Kita ingin budaya lokal kita juga tetap menjadi identitas,” ujarnya.
Menurut Aulia, sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara, adat dan budaya daerah dapat menjadi bagian dari aktivitas di Arbizz Space. Panggung yang tersedia juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni dan budaya lokal.
Selain rekreasi dan budaya, kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang pengembangan bisnis. Sebanyak 58 tenant telah disediakan dan seluruhnya telah terisi oleh pelaku usaha.
Pelaku usaha yang mengisi tenant tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga dari sejumlah kecamatan lain di Kukar.
Aulia berharap aktivitas di kawasan tersebut dapat berlangsung secara konsisten, terutama pada sore hingga malam hari, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM.
“Harapan kita ini tempat ini ke depan ramai terus sehingga teman-teman UMKM kita bisa mendapatkan income yang lebih,” katanya.
Ia menilai Arbizz Space dapat menjadi salah satu model pengembangan ruang publik di Kukar. Jika konsep tersebut menunjukkan perkembangan positif, pemerintah akan mempertimbangkan penerapan konsep serupa di sejumlah titik kumpul masyarakat lainnya.
Aulia menyebut Taman Tanjong dan Taman Musik sebagai beberapa ruang publik yang dapat dikembangkan dengan konsep berbeda sesuai karakter masing-masing lokasi.
Pemkab Kukar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan sejumlah ruang publik.
Menurut Aulia, kolaborasi tersebut penting agar fasilitas yang dibangun pemerintah tetap terawat dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal. (Adv/Hrd)









