RadiusKaltim.co, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mendesak PT PLN (Persero) segera menyelesaikan persoalan pemadaman listrik yang berulang di Samarinda. Ia juga meminta perusahaan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak gangguan layanan.
Rohim mempertanyakan alasan kerusakan pembangkit yang terus disampaikan PLN, sementara gangguan pasokan listrik disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan.
“Kalau masalahnya soal kerusakan pembangkit, sudah berbulan-bulan. Barang macam apa yang tidak bisa diperbaiki sampai sekarang?” kata Rohim, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, PLN harus memberikan kepastian mengenai penyebab gangguan, langkah perbaikan, dan target pemulihan. Apabila peralatan masih dapat diperbaiki, prosesnya harus segera dituntaskan. Jika tidak memungkinkan, penggantian peralatan perlu dipertimbangkan.
Rohim juga mengkritik kondisi tersebut karena pemadaman listrik berdampak terhadap aktivitas masyarakat, rumah tangga, dan pelaku usaha. Ia menilai warga berhak mendapatkan pelayanan listrik yang andal sekaligus penjelasan terbuka mengenai gangguan yang terjadi.
Selain meminta persoalan pemadaman segera diselesaikan, Rohim mendorong adanya kompensasi bagi pelanggan terdampak, salah satunya melalui pemotongan tagihan listrik sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita cuma minta dua saja. Segera tuntaskan permasalahan pemadaman karena dampaknya. Yang kedua, PLN harus kompensasi masyarakat,” tegasnya.
Desakan tersebut menjadi sorotan terhadap tanggung jawab penyedia layanan listrik dalam menangani gangguan berkepanjangan. PLN diharapkan memberikan penjelasan yang transparan serta menyampaikan langkah konkret agar masyarakat tidak terus dirugikan oleh ketidakpastian pasokan listrik.









