Radiuskaltim.co,Samarinda- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Samarinda dorong langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melakukan mitigasi lahan pertanian perkebunan dan sektor lainya untuk menarik investor agar tidak bergantungan pada pertambangan. Rabu,(26/08/2026).
Ketua PMKRI Cabang Samarinda Raimundus Lado Tukan mengatakan, bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan memicu perlambatan operasional perusahaan batu bara di Kalimantan Timur.
Kata dia kondisi tersebut berdampak domino pada ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi ribuan tenaga kerja serta penurunan pendapatan asli daerah (PAD).
Raimundus sapaan akrabnya membeberkan dampak terhadap Ketenagakerjaan serta Ancaman yang dihadapi saat ini:
1. PHK Massal
2. Efisiensi Perusahaan: Sebelum PHK, perusahaan menekan beban operasional dengan menghapus jam lembur, mengurangi jumlah shift, dan memangkas penggunaan kontraktor serta tenaga outsourcing.
3. Penurunan Pendapatan Pekerja: Operator alat berat hingga pengemudi truk hauling mengalami penurunan insentif dan penghasilan harian
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan Dampak terhadap Ekonomi Lokal yang hadapi saat ini Antara lain:
1. Lesunya Usaha Pendukung: Penurunan aktivitas tambang berdampak langsung pada rantai pasok lokal seperti jasa transportasi, perhotelan, rumah kos, pedagang pasar, serta usaha makanan di sekitar kawasan tambang.
2. Tekanan Pendapatan Daerah: Berkurangnya target dan realisasi produksi secara nasional berimbas pada melemahnya penerimaan sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi dan pendapatan daerah Kaltim.
Untuk mengatasi dampak tersebut, dirinya berharap Pemprov Kaltim dapat menarik investor dibidang kehutanan, perkebunan, perikanan/kelautan, peternakan maupun sektor lainnya agar perekonomian dan PAD agar tidak bergantung pada sektor pertambangan.
“Tentunya kita mendukung langkah Pemerintah untuk menarik minat investor melakukan investasi ke wilayah Provinsi Kaltim, sangat diharapkan pemerintah daerah dapat melakukan mitigasi terhadap potensi secara masif terhadap wilayah yang akan digunakan sebagai lokasi investasi,”ucapnya.
Ia juga menjelaskan potensi tersebut menjadi solusi saat ini, dan bahkan ada yang sudah berjalan namun terlalu maksimal.
“Apabila potensi tersebut dikelola secara maksimal, sektor pertambangan akan beralih bekerja ke sektor lainnya sehingga perekonomian masyarakat dan PAD Kaltim tetap stabil di tengah pemberlakuan RKAB,”jelasnya.
Dirinya berharap potensi Kaltim sangat strategis oleh karena itu, perlu perlu di didukung langkah pemerintah menciptakan dan menjaga stabilitas keamanan agar dapat menarik investor untuk melakukan investasi sehingga banyak tercipta lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.









