Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan peringatan keras terhadap melemahnya kapasitas fiskal Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Lonjakan kebutuhan belanja sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara dinilai tidak sebanding dengan turunnya penerimaan daerah untuk tahun anggaran 2026.

Anggota Fraksi PKB Abdurrahman KA memaparkan bahwa penurunan drastis pendapatan dari pusat, khususnya Transfer ke Daerah dan Dana Bagi Hasil, merupakan sinyal bahwa Kaltim harus menata kembali strategi fiskal secara menyeluruh. Dengan proyeksi APBD yang stagnan di angka Rp15,15 triliun, ruang belanja Pemerprov disebut makin terbatas.

PKB menyoroti ketimpangan antara belanja operasional dan pembangunan. Alokasi belanja modal yang hanya berkisar Rp1,6 triliun dinilai tidak cukup untuk mempercepat kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat. Abdurrahman menyebut hal ini sebagai indikasi bahwa pola penganggaran lama sudah tidak cocok dengan tantangan fiskal hari ini.

Baca Juga :  Banyaknya Lubang Eks Tambang Baru Bara, Muhammad Samsun ; Penambang memiliki Kewajiban untuk Melaksanakan Jamrek

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih transparan dalam memaparkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Target PAD Rp10,75 triliun dianggap tidak boleh dibangun di atas kebijakan instan seperti kenaikan tarif pajak dan retribusi yang membebani masyarakat.

Di sisi lain, Fraksi PKB menyoroti indikator ketenagakerjaan yang menunjukkan pelemahan. Data BPS terbaru mencatat peningkatan jumlah penganggur serta turunnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja.

Baca Juga :  Salehuddin Soroti Pendidikan di Kaltim, Dorong Peningkatan Akses Bagi Anak Kurang Mampu

“Situasi ini sebagai bukti bahwa ekosistem kerja di daerah masih belum pulih secara optimal,” terangnya, Kamis (4/12/2025).

PKB mendesak pemerintah mempercepat realisasi program agar belanja daerah benar-benar mendorong pergerakan ekonomi. Menurutnya, tanpa perbaikan tata kelola, APBD berisiko tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

Abdurrahman menutup pandangannya dengan mengingatkan bahwa keberhasilan Kaltim sebagai penyangga IKN tidak sekadar diukur dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari ketepatan pemerintah memastikan manfaatnya dirasakan nyata oleh publik.

Teks foto : Fraksi PKB DPRD Kaltim saat menyampaikan pandangan di rapat paripurna (istimewa).

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
DPRD Kaltim Dorong Daerah Tertinggal Perkuat Kapasitas Administrasi agar Tak Kehilangan Bantuan Provinsi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB