RadiusKaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai kawasan Islamic Center perlu ditata ulang sebagai ruang publik terpadu yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh warga. Lonjakan aktivitas masyarakat mulai dari wisata religi, kegiatan olahraga, hingga acara komunitas dinilai belum diimbangi dengan fasilitas pendukung dan rekayasa lalu lintas yang memadai.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan kondisi saat ini menunjukkan banyak titik rawan keselamatan di sekitar kawasan, terutama pada jam padat kunjungan. Tidak adanya pembagian zona pejalan kaki, parkir yang semrawut, hingga minimnya papan informasi membuat kawasan tersebut kehilangan fungsi idealnya sebagai pusat aktivitas publik.
“Kawasan sebesar dan seikonik Islamic Center semestinya punya tata ruang yang lebih tertib dan aman. Kita ingin warga bisa berjalan, beraktivitas, dan berkunjung tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Samri menilai penataan ke depan harus mengedepankan desain ruang publik yang ramah pejalan kaki dan ramah keluarga. Jalur pedestrian, area parkir yang terpusat, serta penerangan yang cukup disebutnya menjadi kebutuhan mendesak untuk memperbaiki arus pergerakan pengunjung.
“Sekarang aktivitas warga tinggi, tapi penunjang keselamatan belum optimal. Trotoar tidak terhubung, pengunjung harus menyebrang di titik-titik berbahaya, dan parkir menyebar. Ini harus dibenahi,” tegasnya.
Selain keselamatan, Samri menyoroti perlunya aksesibilitas yang lebih baik bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, Islamic Center adalah ruang publik berskala kota yang harus memberikan kenyamanan setara bagi semua kelompok masyarakat.
“Ramp disabilitas, guiding block, dan akses kursi roda harus menjadi satu paket penataan. Kita ingin semua warga merasa diberi ruang,” katanya.
Samri juga meminta pemerintah menyiapkan kawasan pendukung untuk kegiatan komunal, seperti area istirahat, ruang terbuka hijau tambahan, serta titik layanan informasi untuk memudahkan pengunjung memahami zona aktivitas, pintu masuk, dan area parkir.
“Ruang publik yang baik itu yang informatif dan mudah dipahami. Pengunjung harus bisa tahu dengan jelas area mana untuk olahraga, mana untuk wisata religi, mana yang bisa digunakan keluarga untuk bersantai,” ujarnya.
Ia menegaskan, DPRD siap mengawal penataan ulang kawasan Islamic Center sepanjang diarahkan pada peningkatan keselamatan dan kualitas interaksi publik, bukan hanya urusan penertiban fisik.
“Ini ikon kota, sekaligus wajah Samarinda. Penataannya harus menyeluruh dan berpihak pada warga,” pungkasnya.









