Rancangan APBD 2026 Diperketat, PKS Minta Pemerintah Fokus pada Program yang Paling Menyentuh Publik

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – Penurunan kemampuan fiskal kembali menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Pemerintah Provinsi Kaltim harus benar-benar mengubah pola kerja dan arah prioritas jika ingin menjaga stabilitas layanan publik di tengah menyusutnya ruang fiskal tahun 2026.

Wakil Ketua Fraksi PKS, Subandi, menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah tahun depan berada pada titik paling menantang dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu dipicu pemangkasan tajam dana transfer dari pemerintah pusat, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) yang turun lebih dari separuh.

Menurut dia, berkurangnya dukungan anggaran dari pusat menjadikan rancangan APBD Kaltim 2026 terkoreksi hingga sekitar Rp15,15 triliun, jauh di bawah besaran yang semula diproyeksikan dalam KUA-PPAS.

Baca Juga :  AKD Belum Terbentuk, Ananda Moeis ; Banyak Kegiatan Diluar Kedewanan yang Cukup Menyita Waktu

Dalam pandangan fraksinya, Subandi menilai fleksibilitas belanja Pemprov semakin menyempit. Belanja modal yang hanya sedikit di atas Rp1 triliun dianggap tidak akan cukup menopang kebutuhan pembangunan, kecuali pemerintah menerapkan strategi yang benar-benar terukur dan efektif.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada solusi instan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Peningkatan PAD yang ditargetkan sekitar Rp10,75 triliun harus dibangun lewat perluasan basis pajak, pemangkasan kebocoran aset, dan optimalisasi kinerja BUMD, bukan sekadar menaikkan tarif yang membebani masyarakat.

Baca Juga :  Permudah Akses Pendidikan, Syarifatul Sya’diah Dorong Program Digitalisasi Pendidikan Khususnya di Daerah Terpencil

Subandi menegaskan bahwa pengelolaan anggaran yang semakin ketat menuntut Pemprov mengutamakan sektor yang langsung memperkuat ketahanan masyarakat. Pendidikan, kesehatan, pangan, UMKM, dan perbaikan akses layanan publik disebutnya sebagai fondasi yang tidak boleh dipinggirkan.

Dia menambahkan, dalam situasi fiskal seperti ini, kualitas keputusan pemerintah jauh lebih menentukan dibanding besarnya anggaran. “Setiap rupiah harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat nyata,” tegasnya.

Teks foto : Wakil Ketua Fraksi PKS, Subandi (istimewa).

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB