Pendapatan Kaltim Anjlok Rp6 Triliun, APBD 2026 Harus Disusun Ulang

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda — Penyusunan APBD 2026 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terguncang setelah proyeksi pendapatan daerah mengalami koreksi tajam. Dari estimasi awal Rp21,35 triliun, pendapatan Kaltim kini dipastikan menyusut menjadi sekitar Rp15,1 triliun.

Penurunan lebih dari Rp6 triliun itu dipicu berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyebut revisi pendapatan tersebut membuat rancangan APBD yang telah disusun tidak lagi bisa dipertahankan.

“Pendapatan awal kita Rp21,35 triliun, kini tinggal sekitar Rp15 triliun. Ada pengurangan lebih dari Rp6 triliun. Dengan kondisi ini, postur APBD 2026 harus disusun ulang total,” ujarnya, Selasa (30/11/2025).

Baca Juga :  Agusriansyah Ridwan Gelar Sosperda No 9 Tahun 2023 tentang Pendidikan Pancasila dan Wasbang di Kutim

Saat ini, Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sedang memetakan ulang seluruh komponen belanja.

Pemangkasan TKD memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi besar pada sejumlah program.

“Pengurangan TKD sekitar Rp6,13 triliun. Dampaknya luas, banyak pos belanja yang harus dikaji ulang bersama TAPD,” kata Hasanuddin.

Pembahasan APBD 2026 tidak rampung dalam satu pertemuan dan akan dilanjutkan di Balikpapan. DPRD menargetkan penyusunan ulang anggaran menghasilkan komposisi yang tetap berdampak bagi masyarakat.

“Belum selesai hari ini. Besok dilanjutkan di Balikpapan, mungkin dua hari pembahasan, agar komposisinya betul-betul tepat,” jelasnya.

Baca Juga :  Yusuf Mustafa ; AKD Prioritaskan Evaluasi Perda yang Tidak Berjalan

Penurunan pendapatan juga mendorong evaluasi terhadap sejumlah program prioritas, termasuk Gaspol/Gratispol program pendidikan gratis yang menjadi salah satu unggulan Pemprov Kaltim.

“Termasuk program Gaspol. Dengan pendapatan berkurang, tentu ada penyesuaian,” kata Hamas.

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan terjadinya pengurangan pada bantuan sosial tertentu, termasuk bantuan bagi marbot atau penjaga masjid.

“Mungkin ada yang dikurangi, misalnya pemberangkatan atau dukungan untuk marbot. Karena pengurangannya cukup banyak,” jelasnya.

Meski begitu, Hasanuddin menegaskan seluruh hitungan masih bersifat sementara hingga pembahasan anggaran benar-benar tuntas.

“Angkanya belum final. Setelah selesai dan semuanya clear, baru akan kami sampaikan,” pungkasnya.

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB