SAMARINDA – Wacana pembangunan kolam renang bertaraf internasional di kawasan Kompleks Gelora Kadrie Oening kembali menuai perhatian legislatif. DPRD Kalimantan Timur menilai rencana yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud itu perlu ditinjau lebih dalam, terutama karena kondisi fiskal daerah sedang mengalami tekanan signifikan.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menegaskan bahwa proyek dengan nilai investasi besar tidak boleh diputuskan secara tergesa. Ia mengingatkan kemampuan belanja daerah tahun depan bakal menurun drastis karena pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat.
“Kondisi keuangan sedang tidak longgar, jadi perencanaannya memang harus benar-benar matang,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Rencana pembangunan fasilitas renang internasional tersebut diklaim bertujuan mendukung pembinaan atlet renang Kaltim serta menyediakan fasilitas olahraga yang lebih layak bagi warga. Meski demikian, DPRD menggarisbawahi bahwa setiap program fisik harus diuji kembali relevansinya dengan kebutuhan prioritas dalam APBD Kaltim yang hanya berada di kisaran Rp15,15 triliun.
Di sisi lain, Salehuddin menilai penguatan sarana olahraga tetap menjadi kebutuhan jangka panjang. Namun ia menekankan bahwa Pemprov seharusnya mempertimbangkan alternatif lain, seperti memaksimalkan kolam renang yang sudah ada di GOR Segiri maupun Palaran. Renovasi dan peningkatan kualitas fasilitas eksisting disebut bisa menjadi opsi yang lebih rasional.
“Pertimbangan seperti itu penting, karena semuanya kembali pada daya dukung keuangan daerah,” katanya.
DPRD juga meminta Pemprov memastikan bahwa proyek tersebut memiliki dampak ekonomi yang jelas. Selain mendukung pembinaan atlet, keberadaan kolam renang internasional diharapkan dapat berfungsi sebagai aset daerah yang mampu menghasilkan pemasukan baru.
“Kalau memang dibangun, fasilitas itu harus benar-benar memberi manfaat, termasuk potensi menambah PAD,” ucap Salehuddin.
Dengan tekanan fiskal yang meningkat dan banyaknya kebutuhan prioritas, DPRD Kaltim mendorong Pemprov mengambil langkah hati-hati. Setiap keputusan investasi besar, terutama pembangunan fasilitas olahraga, diminta berbasis kajian menyeluruh dan proyeksi anggaran yang realistis.
Teks foto : Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin (istimewa).
Penulis : Adi
Editor : Syahfril









