Radiuskaltim.co, SAMARINDA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Samarinda menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada Kamis–Ahad, 8–11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan perkaderan untuk mencetak instruktur yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen dalam menjalankan proses kaderisasi di lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Umum PC IMM Samarinda, Muhammad Alif Baiquni Izzul Islam, S.H. Pelatihan Instruktur Dasar merupakan salah satu bagian penting dalam proses perkaderan IMM, khususnya untuk mempersiapkan kader yang mampu memahami nilai-nilai dasar ikatan sekaligus menjalankan peran sebagai penggerak dan pendamping kader di tingkat komisariat maupun cabang.
Pelaksanaan kegiatan selama empat hari ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai ideologi, gerakan, serta sistem perkaderan IMM. Selain itu, pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, membangun kesadaran kolektif, dan memahami tanggung jawab seorang instruktur dalam proses pembinaan kader.
Dalam organisasi mahasiswa, instruktur tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun kesadaran, membentuk karakter, serta menumbuhkan semangat perjuangan kader. Oleh karena itu, instruktur dituntut memiliki kapasitas keilmuan, keteladanan, dan kemampuan membaca realitas sosial agar proses perkaderan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
PC IMM Samarinda memandang penguatan instruktur sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan proses kaderisasi. Kualitas sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kader yang terlibat, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam membina, mengembangkan, dan mempersiapkan kader yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.
Melalui Pelatihan Instruktur Dasar ini, kader diharapkan mampu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang identitas IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemasyarakatan. Nilai tersebut menjadi landasan penting bagi kader untuk mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan sosial serta berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi organisasi mahasiswa, keberadaan instruktur yang berkualitas menjadi kebutuhan penting. Instruktur harus mampu menghadirkan proses perkaderan yang kritis, progresif, dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai dasar serta tujuan perjuangan IMM.
Ketua Umum PC IMM Samarinda, Muhammad Alif Baiquni Izzul Islam, S.H., melalui kepemimpinan cabang mengarahkan penguatan perkaderan sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang berkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kader dalam menjalankan tanggung jawab organisasi, mengembangkan tradisi intelektual, serta mempersiapkan generasi penerus kepemimpinan IMM.
Lebih jauh, keberhasilan perkaderan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya sebuah pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan berorganisasi. Para calon instruktur diharapkan mampu membawa semangat pembaruan ke komisariat masing-masing dan berkontribusi dalam menciptakan proses kaderisasi yang lebih terarah, terstruktur, dan bermakna.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Instruktur Dasar ini, PC IMM Samarinda menegaskan pentingnya investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya kader. Penguatan instruktur diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya kader-kader yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki keberanian intelektual dan tanggung jawab sosial.
Melalui semangat perkaderan yang berkelanjutan, IMM diharapkan terus melahirkan kader yang tidak hanya mampu memimpin organisasi, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi atas persoalan umat, bangsa, dan kemanusiaan.









