Radiuskaltim.co, Kukar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan pembangunan dan rehabilitasi sekolah melalui sejumlah tahapan, mulai dari verifikasi kondisi bangunan hingga bimbingan teknis pelaksanaan.
Pada jenjang SMP, sekitar lima sekolah masuk dalam program tahun ini. Sementara itu, 23 sekolah dasar telah mengikuti bimbingan teknis sebagai persiapan pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi secara swakelola.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menjelaskan bahwa penentuan sekolah penerima bantuan mempertimbangkan kategori kerusakan dan kebutuhan masing-masing.
Untuk kategori tertentu, alokasi bantuan dapat mencapai sekitar ratusan juta. Namun, sekolah harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelum pembangunan dilaksanakan. Verifikasi kondisi bangunan dan kelengkapan administrasi menjadi bagian dari proses tersebut.
Salah satu persyaratan yang turut diperhatikan adalah legalitas lahan.
Disdikbud Kukar terus mendorong penyelesaian sertifikasi aset sekolah yang dokumennya belum lengkap agar proses pembangunan tidak terkendala.
Di sisi lain, Disdikbud Kukar juga mengupayakan agar penyaluran program dapat berjalan sekitar satu bulan setelah tahapan administrasi dan verifikasi terpenuhi.
Penyaluran bantuan melalui APBN tetap mengikuti mekanisme pemerintah pusat.
Heriansyah mengatakan, seluruh sumber pembiayaan akan diupayakan secara kolaboratif, baik melalui APBN, APBD Provinsi Kalimantan Timur maupun APBD Kukar.
“Persiapan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperluas jangkauan pembangunan pendidikan, terutama bagi sekolah yang membutuhkan rehabilitasi dan peningkatan fasilitas,” pungkasnya. (Adv/Hrd)









