Radiuskaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai modernisasi transportasi kota harus dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar opsi tambahan pembangunan. Infrastruktur mobilitas yang efisien dan rendah emisi disebut menjadi fondasi kota yang aman, nyaman, dan siap menghadapi perkembangan teknologi.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa pola perjalanan warga kini jauh lebih dinamis. Karena itu, kebijakan transportasi tidak bisa lagi bertumpu pada penambahan kendaraan atau pelebaran jalan semata.
“Mobilitas perkotaan itu soal bagaimana kita mengatur arus pergerakan manusia dan barang dengan cerdas, bukan hanya soal jumlah armada,” ujarnya.
Menurut Deni, Samarinda harus mulai mengarah pada sistem transportasi yang memadukan teknologi, data, dan energi bersih. Ia menilai konsep mobilitas modern seperti manajemen lalu lintas berbasis sensor, informasi rute digital, hingga penggunaan armada listrik sudah sangat relevan diterapkan di kota dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.
Ia menekankan, langkah tersebut sejalan dengan semangat Samarinda Smart City yang menuntut integrasi data transportasi, mulai dari pengaturan waktu tempuh hingga pilihan moda yang dapat diakses melalui aplikasi. Dengan sistem yang terkelola baik, warga bisa merencanakan perjalanan secara efisien tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
“Kalau kota ingin mengurangi kemacetan, maka harus menyediakan alternatif yang benar-benar layak. Mobilitas publik itu harus cepat, bersih, dan mudah digunakan,” tegasnya.
Deni menambahkan, Komisi III mendorong pilot project angkutan ramah lingkungan sebagai langkah awal. Armada kecil bertenaga listrik, penataan ulang titik-titik pemberhentian, serta jaringan feeder ke permukiman dinilai dapat memperbaiki pola mobilitas secara bertahap.
Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi saja tidak cukup. Perencanaan kota, infrastruktur pendukung, dan budaya penggunaan transportasi umum harus dibangun bersamaan agar transformasi mobilitas berjalan efektif.
“Jangan sampai teknologi hanya dipasang, tetapi tidak terhubung dengan kebutuhan warga. Mobilitas cerdas itu harus menyentuh sampai jalan-jalan kecil dan kawasan perumahan,” tambahnya.
DPRD Samarinda memastikan siap mengawal alokasi anggaran dan kebijakan penunjang yang dibutuhkan. Deni berharap pengembangan transportasi modern ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan kota yang efisien energi, rendah emisi, dan layak huni.









