RadiusKaltim.co,Samarinda- Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, bahwa anggaran menjadi kendala utama dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di koota tepian. Rabu, (28/2/2025)
Pasalnya, anggaran 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda untuk pendidikan tidak mampu mencukupi seluruh kebutuhan dunia pendidikan. Mengingat, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) masih menyelesaikan beberapa bangunan sekolah yang membutuhkan dana besar.
“Alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan saja itu hanya dapat menampung beberapa infrastruktur, contohnya ada sekolah terpadu dan sekolah yang lagi direnovasi besar-besaran,” bebernya.
Ia menjelaskan saat ini Pemkot Samarinda masih fokus dalam peningkatan fasilitas sekolah-sekolah yang pembangunannya sedang berlangsung dan akan ditargetkan selesai di awal tahun pembelajaran.
“Kalau di sekolah terpadu itu masih butuh dana besar karena harus diselesaikan semua, mulai dari interior serta fasilitas penunjang lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” ungkapnya.
Novan juga menilai salah satu sekolah yang membutuhkan perhatian yaitu SMP Negeri 4 Samarinda yang kondisi bangunannya sudah mencapai 30 tahun dan dinilai perlu untuk mendapatkan peremajaan bangunan.
“Itu kan di SMPN 4 Samarinda sudah 30 tahun bangunannya, jadi harus diperhatikan juga, kita tidak tahu bagaimana keamanan bangunan di sana,” jelasnya.
Kendati demikian, Ia berharap kondisi seperti ini bisa segera diselesaikan karena mengingat kondisi bangunan dan sarpras pendidikan di Samarinda inj masih harus diperhatikan oleh pemerintah.
“Kaya bangunan yang sudah tidak layak atau plafon bocor, yang kaya gitu kan sangat memprihatinkan, harapannya itu bisa segera dipenuhi pelan-pelan,” pungkasnya.









