Radiuskaltim.co, Kukar – Potensi yang tumbuh dari tangan pelaku UMKM di Kecamatan Kembang Janggut mulai diarahkan untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi wilayah.
Upaya itu dilakukan melalui pengembangan konsep One Village One Product (OVOP) yang kemudian didorong menuju gagasan One District One Industry.
Langkah tersebut salah satunya terlihat dalam Workshop OVOP yang digelar di Gedung BPU Kecamatan Kembang Janggut.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Koperasi Belayan Sejahtera dengan Solidaridad, NGO asal Jerman yang memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan dari pihak Kecamatan Kembang Janggut.
Menurutnya, wilayah itu menjadi kecamatan pertama yang mulai mengembangkan konsep satu kecamatan satu industri.
“Jadi ini disambut oleh teman-teman Kecamatan. Jadi ada One District One Industry, itu setiap kecamatan ada satu industri. Nah, ini pertama kali dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut,” kata Arianto saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Jumat (2/10/2026).
Menurut Arianto, pengembangan industri tersebut nantinya tidak berdiri sendiri. Koperasi dan pelaku UMKM di Kembang Janggut akan dilibatkan untuk mengembangkan produk yang memiliki potensi menjadi unggulan daerah.
Ia menilai hasil karya pelaku UMKM yang ada saat ini sudah cukup baik dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Karena itu, potensi tersebut perlu didorong melalui pendampingan dan kolaborasi lintas pihak.
Dalam skema tersebut, Dinas Koperasi dan UKM akan menjadi leading sector dalam mengawal pengembangan usaha. Sementara DPMD mendorong pemerintah desa agar ikut mengembangkan produk unggulan bersama UMKM dan BUMDes yang berada di masing-masing desa.
“Kalau kami bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, itu memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan,” ujarnya.
Konsep OVOP sendiri merupakan pendekatan pengembangan ekonomi lokal yang menitikberatkan pada pengolahan potensi khas suatu wilayah menjadi produk unggulan. Dengan pendekatan tersebut, setiap desa maupun kecamatan diharapkan mampu mengenali kekuatan ekonominya sendiri.
Pengembangan konsep ini nantinya tidak hanya dilakukan di Kembang Janggut. Pemerintah Kabupaten Kukar akan mendorong program serupa di 20 kecamatan yang mencakup 193 desa dan 44 kelurahan.
“Kita berharap kolaborasi pemerintah, koperasi, UMKM dan BUMDes dapat membuat produk lokal tidak berhenti sebagai hasil usaha masyarakat, tetapi berkembang menjadi produk unggulan yang mampu memperkuat perekonomian,” ujarnya. (Adv/Hrd)









