“Kasus Perudungan Kembali Marak Terjadi, DPRD Kaltim Angkat Bicara”

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.id, Samarinda – Dunia pendidikan di Kalimantan Timur kembali tercoreng oleh kasus perundungan yang menimpa seorang siswa sekolah dasar hingga mengalami patah kaki. Insiden ini memantik reaksi keras Komisi IV DPRD Kaltim, yang menilai sekolah gagal menjalankan fungsi perlindungan terhadap peserta didiknya.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menegaskan bahwa perundungan di lingkungan sekolah tidak dapat dianggap sebagai perkara kecil. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa sistem pengawasan dan kontrol guru terhadap interaksi siswa masih sangat lemah.

“Perundungan seperti ini seharusnya tidak terjadi di sekolah. Yang ingin saya garis bawahi adalah fungsi guru. Ini bukan hanya soal mengajar, tapi bagaimana mereka memastikan anak-anak berada dalam pengawasan yang benar,” ucap Syahariah, Jumat(05/12/2025).

Baca Juga :  Kecelakaan Truk Batu Bara di Kaltim-Kalsel, DPRD Kaltim Desak Pemerintah Bertindak

Menurutnya, beberapa guru kini kurang memberikan perhatian pada dinamika sosial siswa di luar jam pelajaran. Kurangnya pemantauan disebut menjadi pemicu tindakan kekerasan tak terdeteksi hingga berujung pada insiden serius seperti kasus yang baru saja terjadi.

Syahariah menekankan pentingnya perbaikan sistem pembinaan karakter dan manajemen kelas yang aman. Ia meminta Dinas Pendidikan segera meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan terkait pengawasan perilaku siswa dan pencegahan kekerasan di sekolah.

“Saya berharap Dinas Pendidikan bisa melakukan bimbingan atau pelatihan lagi bagi para guru untuk mempertegas tugas dan fungsi pengawasan mereka,” lanjutnya.

Baca Juga :  Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran

Ia juga menyayangkan bagaimana sekolah bisa tidak mengetahui hal yang terjadi kepada siswa hingga menyebabkan cedera berat. Menurutnya, celah pengawasan seperti ini tak boleh lagi dibiarkan.

Komisi IV memastikan akan membawa isu tersebut dalam agenda pembahasan intensif. Syahariah menegaskan bahwa kekerasan di sekolah harus diberantas dengan langkah tegas dan menyeluruh.

“Ini potret buruk dunia pendidikan kita, dan Komisi IV akan membahasnya lebih jauh. Tentu kami ingin memastikan kekerasan di sekolah mendapat perhatian serius,” pungkasnya.

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB