Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) kembali memunculkan kebutuhan untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.
Anggota DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menilai perbaikan sektor pendidikan tidak akan berjalan maksimal tanpa penguatan posisi dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak layanan pendidikan.
Firnadi menyampaikan pandangannya setelah peringatan HGN pada 25 November.
Ia menekankan bahwa momentum tersebut seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar yang dipikul para pendidik.
“Peringatan HGN mestinya menguatkan kembali kesadaran kita tentang betapa besarnya perjuangan para guru. Mereka bekerja membentuk masa depan bangsa,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Legislator PKS asal Kutai Kartanegara itu menegaskan perlunya dukungan lintas sektor untuk mewujudkan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim.
Ia menilai guru tidak mungkin bergerak sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, pembuat kebijakan, dan masyarakat.
“Pemerintah daerah, pemangku kebijakan, dan seluruh elemen masyarakat perlu bersinergi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik. Guru tidak boleh berjalan sendiri,” tegasnya.
Firnadi juga menyoroti dua aspek yang menurutnya perlu menjadi perhatian utama: kesejahteraan guru dan fasilitas belajar-mengajar.
Ia menilai kualitas pendidikan akan meningkat jika tenaga pendidik memiliki kondisi kerja layak dan sarana pembelajaran memadai.
Selain pemerintah, ia mengajak masyarakat turut memberikan dukungan moral.
Menurut Firnadi, penghormatan dari orang tua dan generasi muda terhadap profesi guru merupakan bagian penting dalam menjaga motivasi para pendidik.
“Anak-anak harus diajarkan untuk menghormati dan berterima kasih kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mengajar dan membimbing,” tuturnya.
Penulis : Adi
Editor : Syahfril









