Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – DPRD Kalimantan Timur menilai persoalan banjir Samarinda tidak akan pernah tuntas selama pemerintah belum menyentuh akar masalah di kawasan hulu Sungai Karang Mumus (SKM). Anggota Komisi III, Subandi, menegaskan bahwa penataan ruang di hulu sudah memasuki fase kritis akibat masifnya pembukaan lahan untuk permukiman.

Menurut Subandi, penyusutan area resapan di wilayah hulu yang mencakup Pampang, Tanah Datar, Marangkayu hingga Muara Badak membuat debit limpasan air semakin besar dan langsung menghantam kawasan Samarinda Utara setiap kali hujan deras.

Baca Juga :  Soroti Distribusi Air Bersih, Afif Raihan Harun ; Saya Harap Walikota juga Melihat Air Sebagai Masalah Serius

Di sisi lain, upaya pemerintah menangani banjir dinilai masih berjalan dengan fokus yang berbeda. Pemkot Samarinda mengedepankan penanganan SKM sebagai langkah teknis paling mendesak, sementara Pemprov Kaltim mendorong pengerukan Sungai Mahakam karena pendangkalan sudah cukup parah.

“Keduanya punya kajian teknis, jadi bukan soal mana yang salah. Tapi prioritas awal tetap harus dari hulu dulu, supaya efek bajirnya bisa ditekan,” ujar Subandi, Kamis (4/12/2025).

Ia mengingatkan bahwa pengerukan Sungai Mahakam memerlukan anggaran besar karena mencakup bentangan sungai yang panjang. Dengan kondisi fiskal yang terbatas, pemerintah perlu menetapkan tahapan yang realistis tanpa mengabaikan urgensi penanganan SKM.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Dorong Peran Aktif Sekolah dan Orang Tua untuk Cegah Perundungan di Lingkungan Pendidikan

Subandi menegaskan, kolaborasi lintas pemerintah daerah menjadi satu-satunya cara mengatasi banjir secara permanen. Tanpa pengawasan ketat terhadap alih fungsi lahan di hulu, seluruh program fisik di kawasan tengah dan hilir hanya akan bersifat sementara.

“Kalau hulunya tidak dibenahi, banjir akan tetap turun ke Samarinda. Kita butuh langkah bersama, bukan kerja terpisah,” tutupnya.

Teks foto : Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi (istimewa).

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
DPRD Kaltim Dorong Daerah Tertinggal Perkuat Kapasitas Administrasi agar Tak Kehilangan Bantuan Provinsi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB