Firnadi Ikhsan Nilai Aksi Penolakan Pemangkasan TKD sebagai Aspirasi Sah Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 03:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda — Anggota DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, menanggapi aksi unjuk rasa yang digelar gabungan organisasi masyarakat (Ormas) yang menamakan diri Fraksi Kaltim. Kelompok ini beberapa kali turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), termasuk TPP/TKD ASN, serta pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat.

Firnadi menyebut aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian pendapat yang sah dalam negara demokrasi.
“Ada dukungan aspirasi dari masyarakat yang menyuarakan kepedulian,” ujarnya.

Baca Juga :  Andi Satya dan Sekwan Hadiri Upacara Peringatan HKN ke-60 dengan Tema "Gerakan Bersama, Sehat Bersama"

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi bersama DPRD Kaltim tidak tinggal diam. Menurut Firnadi, Gubernur Kaltim telah bertemu langsung dengan kementerian terkait untuk menyampaikan keberatan daerah terhadap rencana pemangkasan TKD dan penurunan DBH.

“Sekarang ketika masyarakat ikut bergerak menyuarakan hal yang sama, saya kira itu positif,” tambahnya.

Firnadi menilai alasan penolakan yang disampaikan para demonstran cukup beralasan. Pemotongan TKD serta turunnya DBH dinilai dapat berdampak besar pada kemampuan daerah menjalankan pembangunan. Selama ini APBD Kaltim berjalan dengan pola belanja sekitar Rp21 triliun. Jika terjadi pengurangan hingga Rp6 triliun, sejumlah program dipastikan tidak bisa dilaksanakan.

Baca Juga :  Progres Pembangunan RS Mulya Medika di Samarinda Seberang Mencapai 70 Persen

Meski demikian, Firnadi berharap aksi yang dilakukan tetap berada dalam koridor hukum dan mengedepankan ketertiban. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak di daerah telah berupaya maksimal agar kebijakan pusat tidak memberikan dampak besar terhadap pembangunan di Kaltim. (Adv).

Penulis : Herdi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB