Radiuskaltim.co, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengandalkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk menjaga kestabilan harga serta memperluas akses pembiayaan masyarakat.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, kedua tim tersebut memiliki fokus kerja yang berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk mendukung kondisi ekonomi daerah.
“TPID bertugas menjaga inflasi, sedangkan TPAKD mendorong masyarakat lebih mudah mendapatkan akses keuangan,” kata Aulia di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, belum lama ini.
Ia menyebut Kukar kembali menempati peringkat pertama penilaian TPID tingkat Pulau Kalimantan. Prestasi tersebut telah diraih selama empat tahun berturut-turut.
“Empat tahun berturut-turut Kukar menjadi juara pertama TPID se-Kalimantan. Ini hasil kerja yang harus terus kami jaga,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, TPID melakukan pemantauan inflasi secara berkala. Pemerintah daerah juga menggelar rapat rutin setiap minggu untuk mengevaluasi perkembangan harga dan membahas langkah pengendalian.
“Kami tidak bisa hanya melihat harga sesekali. Setiap minggu kami rapat untuk memantau perkembangan dan membahas langkah yang perlu diambil,” jelasnya.
Sementara itu, TPAKD mendorong pelaksanaan Kredit Kukar Idaman Terbaik melalui skema subsidi bunga pinjaman. Program tersebut menyasar petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM yang memenuhi ketentuan.
“Melalui kredit ini, bunga pinjaman ditanggung pemerintah daerah, sehingga masyarakat bisa lebih ringan dalam mengembalikan pinjamannya,” tuturnya.
Aulia menyatakan kedua tim tersebut akan terus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan menggerakkan perekonomian Kukar.
“Yang penting, harga tetap terpantau dan masyarakat punya akses keuangan untuk mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (Adv/Hrd)









