DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai upaya percepatan penurunan stunting di daerah ini masih terhambat oleh minimnya edukasi keluarga terkait pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Dewan menekankan bahwa berbagai program bantuan pemerintah tidak akan optimal tanpa perubahan pengetahuan dasar di tingkat rumah tangga.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyebut banyak kasus stunting muncul bukan karena tidak tersedianya program intervensi, tetapi karena keluarga belum memahami pentingnya manajemen gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita. Ia menilai, peningkatan literasi kesehatan menjadi faktor krusial yang sering terabaikan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dan Wakil Ketua DPRD Tinjau Kesiapan Pilkada di Kubar

“Bantuan makanan itu penting, tapi tanpa pengetahuan gizi yang benar, hasilnya tidak maksimal. Masalahnya sering kali bukan pada ketersediaan, tetapi pada pemahaman orang tua,” ujarnya.

Menurut Anhar, pemerintah daerah perlu menyusun pola edukasi yang lebih terstruktur dengan melibatkan tenaga kesehatan, sekolah, hingga perangkat kelurahan. Ia menilai pendekatan komunikasi langsung akan lebih efektif ketimbang hanya mengandalkan kampanye umum.

“Kalau edukasinya tepat, keluarga bisa mengambil keputusan yang benar soal pola makan, kebersihan, dan perawatan kesehatan anak. Ini yang perlu diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga :  Rapat Internal Pimpinan DPRD Kaltim Bahas Agenda Kegiatan DPRD

DPRD juga meminta agar program penanganan stunting tidak berhenti pada distribusi makanan tambahan, tetapi harus disertai pembinaan intensif, pendampingan keluarga berisiko, serta peningkatan kualitas layanan posyandu dan puskesmas. Pendekatan komprehensif dinilai akan memberi dampak yang lebih berkelanjutan.

“Kita butuh integrasi antara bantuan, edukasi, dan layanan kesehatan. Dengan begitu, pencegahan bisa berjalan ke akar masalahnya, bukan hanya di permukaan,” tutup legislator PKS tersebut.

 

Berita Terkait

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim
KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG
​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis
KNPI Samarinda Desak Polisi Usut Tuntas Tabrak Lari, Diduga Bus Tambang Loajanan Kukar
DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah
DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan
DPRD Samarinda Minta Pemerataan Anggaran Sekolah untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
DPRD Samarinda Siapkan Aturan Baru Ketenagakerjaan untuk Tekan Konflik Industrial
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:16 WIB

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:28 WIB

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:23 WIB

​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:09 WIB

DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:05 WIB

DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB