RadiusKaltim.co, Samarinda – Keberadaan taman kota di Samarinda dinilai belum sepenuhnya berfungsi sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif. DPRD Kota Samarinda menyoroti masih lemahnya perencanaan taman yang berorientasi pada aktivitas sosial masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan banyak taman kota yang dibangun hanya menonjolkan tampilan fisik, namun kurang memberi ruang bagi interaksi dan kegiatan warga.
“Kalau taman hanya bagus dilihat tapi sepi aktivitas, berarti ada yang keliru dalam konsep perencanaannya,” ujar Novan.
Ia menilai, ruang terbuka hijau seharusnya menjadi tempat berkumpul, berinteraksi, dan beraktivitas bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Namun realitas di lapangan menunjukkan, tidak sedikit taman yang akhirnya hanya menjadi ruang pasif tanpa fungsi sosial yang jelas.
“Ruang publik itu harus digunakan. Kalau tidak dimanfaatkan warga, maka fungsinya sebagai taman kota patut dipertanyakan,” tegasnya.
Novan menekankan pentingnya evaluasi terhadap seluruh taman kota yang telah dibangun. Menurutnya, pemerintah kota perlu meninjau ulang apakah taman-taman tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
“Jangan hanya membangun, tapi tidak pernah bertanya: taman ini mau dipakai untuk apa dan oleh siapa,” katanya.
Ia juga menyoroti minimnya pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan ruang publik. Padahal, keterlibatan warga sejak awal diyakini dapat mencegah pembangunan taman yang tidak sesuai dengan karakter lingkungan.
“Kalau masyarakat dilibatkan, taman akan lebih hidup karena dibangun berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar konsep di atas kertas,” jelas Novan.
Komisi IV DPRD Samarinda, lanjutnya, mendorong agar ke depan pembangunan dan revitalisasi taman kota diarahkan pada penguatan fungsi sosial, aksesibilitas, serta keberlanjutan pemanfaatan ruang publik.
“Kita ingin taman menjadi ruang bersama yang aktif, bukan sekadar pelengkap kota,” ujarnya.
DPRD Samarinda, kata Novan, siap mendukung kebijakan dan penganggaran revitalisasi taman kota sepanjang perencanaannya jelas dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Taman harus memberi manfaat langsung bagi warga. Itu tujuan utama ruang publik,” pungkasnya.









