DPRD Kaltim Soroti Aktivitas STS di Muara Berau yang Tak Berkontribusi pada PAD

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda — DPRD Kalimantan Timur menyoroti aktivitas Ship to Ship (STS) di Perairan Muara Berau yang hingga kini dinilai belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal lokasi bongkar muat tersebut berada dalam kewenangan provinsi, yakni di wilayah perairan di bawah 12 mil laut.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengungkapkan bahwa setiap bulan sekitar 150 kapal melakukan aktivitas STS di Muara Berau. Dengan asumsi satu kapal membawa rata-rata 75.000 ton muatan dan nilai per ton sekitar Rp1 juta, total transaksi diperkirakan mencapai Rp7–8 triliun per bulan.

Baca Juga :  Akhmed Reza Fachlevi: Hari Santri Momentum Santri Jadi Garda Terdepan Penjaga NKRI

“Di Muara Berau ada sekitar 150 vessel tiap bulan. Jika satu kapal membawa rata-rata 75 ribu ton dan nilai per tonnya Rp1 juta, potensi transaksinya bisa mencapai Rp7 sampai Rp8 triliun per bulan,” ujar Hasanuddin.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di Muara Jawa, yang mencatat aktivitas antara 10 hingga 30 kapal setiap bulan. Namun, besarnya pergerakan ekonomi tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap PAD Kaltim.

Baca Juga :  Sapto Setyo Pramono Ingatkan Generasi Muda Kaltim Waspada Hoaks di Momentum Pilkada 2024

Menurut Hasanuddin, daerah justru menanggung sejumlah risiko dari aktivitas STS, mulai dari ancaman pencemaran lingkungan, potensi tumpahan batubara, hingga risiko kecelakaan di perairan.

“Perputaran nilainya sangat besar, tapi tidak ada satu rupiah pun yang masuk sebagai pendapatan daerah,” tegasnya.

DPRD Kaltim mendorong pemerintah provinsi untuk mencari solusi regulatif maupun kebijakan yang memungkinkan aktivitas STS memberikan kontribusi bagi PAD, sejalan dengan potensi ekonomi besar yang dihasilkan kegiatan tersebut. (Adv).

Penulis : Herdi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB