Temuan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Kamis (27/11/2025).
Wakil Ketua Komisi IV, Andi Satya Adi Saputra, menyebut pertumbuhan jumlah pelajar tidak lagi sebanding dengan penambahan unit sekolah baru.
Ketentuan zonasi turut mempersempit kesempatan siswa memilih sekolah, sementara infrastruktur yang tersedia tidak mencukupi.
“Banyak anak terpaksa menempuh jarak belasan sampai puluhan kilometer setiap hari hanya untuk bisa bersekolah di SMA negeri. Ini tanda bahwa sistem pendidikan kita sudah tidak mampu mengakomodasi kebutuhan,” ujar Andi.
Menurut Andi, permasalahan terbesar bukan hanya soal jumlah sekolah yang minim, tetapi lemahnya kesiapan pemerintah dalam menyediakan lahan yang layak.
Banyak usulan Unit Sekolah Baru (USB) terhenti di tahap verifikasi karena status tanah masih bermasalah.
“Kami tidak ingin lagi menerima usulan yang setengah matang. Lokasi pembangunan sekolah harus clean and clear. Kalau lahan bermasalah, proyek pasti akan mandek,” tegasnya.
Balikpapan menjadi daerah dengan kebutuhan paling mendesak untuk pembangunan SMA Negeri. Dua USB masuk proyeksi 2026.
Namun Samarinda juga mendapat perhatian serius, terutama SMA Negeri 2 yang kini harus menampung siswa dari dua kecamatan sekaligus: Samarinda Kota dan Samarinda Ilir.
Andi Satya mengingatkan bahwa APBD 2026 dipastikan mengalami penyesuaian fiskal, sehingga pembangunan sekolah tidak bisa hanya berlandaskan daftar kebutuhan, tetapi harus disusun dengan perencanaan matang sesuai kemampuan anggaran.
“Tanpa perencanaan realistis, sebagian besar kebutuhan ini akan tetap menjadi daftar tunggu yang tidak pernah selesai,” katanya.
Komisi IV mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim agar meninggalkan pola penanganan musiman. Mereka meminta adanya peta kebutuhan pendidikan yang komprehensif, progresif, dan berjangka panjang.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola tambal sulam. Pendidikan adalah hak dasar, dan pemerintah harus hadir dengan solusi yang menyentuh akar persoalan,” pungkas Andi.
Penulis : Adi
Editor : Syahfril









