DPRD Kaltim Lirik Potensi PAD dari Alur Sungai, Hamas Ungkap Peluang Besar

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda— Upaya DPRD Kaltim memaksimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali mengerucut pada sektor alur sungai. Dewan menilai, jalur perairan yang selama ini menjadi lalu lintas vital ekonomi memiliki potensi pendapatan yang belum tergarap optimal.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengungkapkan ada beberapa ruang pengelolaan yang bisa dimaksimalkan, salah satunya melalui peran Perusahaan Daerah (Perusda).

Ia menyoroti pengelolaan aset daerah yang selama ini belum berjalan efektif. Dari sepuluh jembatan di Kaltim, hanya satu yang dikelola sebagai sumber pemasukan bagi daerah.

“Kita melihat beberapa hal yang bisa ditata kembali. Misalnya, kapal-kapal yang melakukan penggolongan membutuhkan asistensi dan pemanduan. Area itu berpotensi menjadi sumber pendapatan bila dikelola secara maksimal,” ujarnya usai RDP di Gedung E DPRD Kaltim, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga :  Gelar Reses di Lok Bahu, Darlis Komitmen Hidupkan kembali Posyandu untuk Masyarakat

Hamas sapaan akrabnya, menyebut sembilan jembatan lainnya masih berada dalam pengelolaan pihak swasta. Ia berharap Perusda ke depan dapat mengambil peran melalui skema kontrak satu pintu.

“Peluang ini sangat besar sebagai sumber PAD baru,” tegas politikus Partai Golkar tersebut.

Selain itu, Hamas menyoroti aktivitas Ship to Ship (STS) di Muara Berau dan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai contoh konkret potensi nilai ekonomi dari jalur sungai.

Baca Juga :  Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN

“Di STS Berau, misalnya, setiap bulan ada sekitar 150 vessel yang beroperasi. Jika satu vessel memuat 75 ton dengan nilai Rp1 juta, pendapatannya bisa mendekati Rp7 triliun. Itu baru dari satu titik,” jelasnya.

Hamas optimistis, jika potensi-potensi tersebut dikelola dengan regulasi yang tepat, pendapatan daerah bisa meningkat signifikan dan mendorong kemandirian fiskal Kaltim.

“Dalam waktu dekat kami akan mendorong penyusunan regulasinya. Langkah awal yang paling memungkinkan adalah penggolongan di Jembatan Mahakam,” pungkasnya.

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB