DPRD Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Lingkungan Sejak Dini

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi IV DPRD Kalimantan Timur mendorong peningkatan pendidikan lingkungan bagi pelajar sejak dini sebagai respons atas masih lemahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, yang kerap memicu terjadinya bencana ekologis. Dorongan ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

“Persoalan ekologis kini telah menjadi isu sosial yang berdampak langsung pada keselamatan warga, sehingga pendidikan lingkungan perlu diperkuat sejak bangku sekolah,” ujarnya.

Damayanti menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun pemahaman generasi muda tentang hubungan manusia dengan lingkungan. Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak boleh hanya menjadi materi tambahan, tetapi harus menjadi bagian integral dalam pembentukan karakter siswa.

Baca Juga :  "DPRD Kaltim Ajak Masyarakat Untuk Cinta Tanah Air Melalui Wawasan Kebangsaan"

“Bencana yang kita lihat, termasuk di Sumatera, menunjukkan bahwa kesadaran menjaga alam belum menjadi budaya bersama,” tambahnya.

Ia menyambut baik langkah pemerintah pusat, termasuk arahan Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong pendidikan lingkungan masuk ke dalam kurikulum sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini dan menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis jangka panjang.

“Ini relevan dengan kondisi saat ini dan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran ekologis jangka panjang,” kata Damayanti.

Damayanti menilai bahwa etika lingkungan harus ditanamkan bukan hanya melalui teori, tetapi melalui pembentukan karakter sejak dini. Tanpa etika yang kuat, pemanfaatan alam yang tidak bijak hanya akan memperbesar risiko bencana di masa mendatang.

Baca Juga :  Agusriansyah Ridwan Apresiasi Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Kutim

Ia menekankan bahwa penguatan pendidikan lingkungan harus dibarengi dengan penyesuaian kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta metode pembelajaran yang terhubung dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki tantangan ekologis besar seperti deforestasi hingga kerusakan daerah aliran sungai, sehingga pendidikan lingkungan harus mampu menghubungkan teori dengan realitas yang dihadapi masyarakat.

“Jika anak-anak memahami nilai keberlanjutan sejak awal, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap hutan, air, dan tanah,” tutupnya. (Adv).

Penulis : Herdi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB