RadiusKaltim.id, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai penguatan pendidikan berbasis lokal merupakan langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya daerah, tetapi juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas pembangunan manusia di Kaltim.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyampaikan bahwa pendidikan yang disusun berdasarkan karakteristik dan potensi lokal akan menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima kebijakan. Rabu (03/12/2025)
“Jadi upaya memperkuat pendidikan berbasis lokal sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan,”Jelasnya
Menurut Agusriansyah, sistem pendidikan di Kalimantan Timur perlu lebih peka terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di masing-masing wilayah.
“Penyesuaian materi pembelajaran dengan kebutuhan daerah diyakini mampu menciptakan lulusan yang lebih siap terjun ke dunia kerja serta berkontribusi langsung bagi lingkungannya,” Papar Agusrianyah.
Dari sudut pandang DPRD Kaltim, pendekatan ini menjadi penting mengingat karakter Kalimantan Timur yang memiliki wilayah luas dengan keragaman sosial dan potensi ekonomi yang berbeda-beda.
“Pendidikan yang seragam tanpa mempertimbangkan konteks lokal dinilai berpotensi menciptakan ketimpangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah,” Pungkasnya
Oleh karena itu, DPRD Kaltim mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan pendidikan berbasis lokal sebagai bagian dari kebijakan strategis jangka panjang, guna memastikan pembangunan manusia berjalan seiring dengan kebutuhan nyata daerah.
Penulis : Adi
Editor : Syahfril









