DPRD Kaltim Dorong Daerah Tertinggal Perkuat Kapasitas Administrasi agar Tak Kehilangan Bantuan Provinsi

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – DPRD Kalimantan Timur menekankan perlunya peningkatan kapasitas administrasi di sejumlah kabupaten/kota agar tidak terus-menerus tertinggal dalam penyerapan bantuan keuangan provinsi. Hal ini menyusul temuan bahwa sebagian daerah kerap gagal mendapatkan alokasi yang seharusnya bukan karena ketidakadilan kebijakan, melainkan akibat lemahnya kesiapan dokumen dan pengisian sistem anggaran.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyampaikan bahwa bottleneck terbesar bukan berada pada proses di Pemprov, tetapi di level daerah yang belum optimal mengoperasikan SIPD maupun SIPKD. Ia menegaskan bahwa aturan teknis dari pemerintah pusat tidak bisa dinegosiasikan.

“Kalau salah input, atau tidak mengajukan sama sekali, otomatis tidak bisa diproses. Itu yang membuat beberapa daerah tertinggal,” jelasnya, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga :  "Wakil Ketua DPRD Kaltim Tanggapi Rendahnya Serapan Anggaran Disejumlah OPD"

Keterlambatan dan kesalahan administrasi paling sering terjadi di Mahakam Ulu (Mahulu), Kutai Barat, dan Bontang. Kesalahan pengisian akun, ketidaksesuaian data teknis, hingga tidak lengkapnya persyaratan penganggaran menyebabkan bantuan provinsi tidak bisa digulirkan. Kondisi ini, menurut DPRD, berpotensi memperlebar ketimpangan pembangunan antarwilayah bila tidak segera dibenahi.

Sebaliknya, daerah seperti Samarinda, Berau, dan Paser dinilai lebih siap secara regulasi dan administrasi sehingga proses pencairan bantuan dapat berjalan lebih cepat. Kemampuan mengelola dokumen anggaran yang presisi membuat daerah tersebut lebih mudah tersambung dengan mekanisme penyaluran bantuan provinsi.

Baca Juga :  Agusriansyah Ridwan Apresiasi Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Kutim

Hasanuddin meminta Pemprov memberikan pendampingan intensif, termasuk pelatihan teknis bagi daerah yang belum siap. Ia menekankan bahwa pemerataan pembangunan hanya bisa tercapai bila seluruh kabupaten/kota mampu memenuhi persyaratan anggaran dengan benar.

“Yang paling membutuhkan justru sering terkendala administrasi. Ini harus diperbaiki supaya mereka tidak terus tertinggal,” ujarnya.

Naskah sudah sangat dirombak. Jika ingin angle lebih politis, lebih teknokratis, atau lebih kritis terhadap sistem SIPD/SIPKD, tinggal beri instruksi.

Teks foto : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (istimewa).

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB