Radiuskaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menyoroti kecenderungan pemerintah yang masih terlalu berfokus pada penyelenggaraan kegiatan di pusat kota. Akibatnya, dinamika pelayanan di tingkat kecamatan dinilai belum tersentuh secara merata. Anggota DPRD Samarinda, Anhar, meminta Pemkot lebih aktif hadir langsung ke wilayah sebagai bagian dari pemerataan perhatian pembangunan.
Anhar menyebut, banyak persoalan sederhana mulai dari kondisi saluran air, kebersihan lingkungan, hingga pelayanan administrasi sebenarnya bisa ditangani lebih cepat bila pemerintah turun memantau langsung. Menurutnya, laporan tertulis sering tidak menggambarkan situasi lapangan secara utuh.
“Kalau mau melihat realitas sebenarnya, ya turun ke wilayah. Banyak masalah yang baru kelihatan ketika pejabat berdialog dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pola kerja yang terlalu terpusat di Balai Kota membuat kawasan seperti Palaran, Samarinda Seberang, dan daerah pinggiran lainnya berisiko tertinggal dalam pembangunan infrastruktur dasar.
“Jangan sampai muncul kesan bahwa kecamatan di pinggir kota hanya ‘penonton’ pembangunan. Pemerataan perhatian itu penting agar pelayanan tidak timpang,” tegasnya.
Anhar meminta setiap kunjungan lapangan diikuti langkah tindak lanjut, bukan hanya kegiatan simbolis. Ia menilai pemerintah perlu menyusun agenda keliling kecamatan secara berkala, lengkap dengan evaluasi terhadap temuan lapangan.
“Bukan sekadar hadir untuk seremonial. Yang dibutuhkan warga itu solusi, bukan hanya dokumentasi,” ucapnya.
Menurut Anhar, intensitas pertemuan langsung antara pejabat pemerintah dan warga akan memperbaiki kepercayaan publik sekaligus mempercepat respons terhadap keluhan masyarakat.
“Kalau intens turun ke kecamatan, masyarakat merasa diperhatikan. Itu membuat komunikasi lebih terbuka dan masalah lebih cepat diurai,” katanya.
DPRD Samarinda, lanjutnya, siap mengawal kebijakan yang menempatkan kecamatan sebagai garda depan pelayanan publik. Ia menyebut, kolaborasi legislatif-eksekutif menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berputar di pusat kota.
“Pemerintah yang efektif adalah pemerintah yang dekat dengan rakyatnya. Hadir di lapangan itu bukan pilihan, tapi kewajiban,” pungkasnya.









