DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, mengingatkan agar seluruh program penanganan banjir di Samarinda tidak dikerjakan setengah langkah. Ia menyebut, berbagai proyek besar yang sedang berjalan akan kehilangan manfaat jika pemerintah tidak menyiapkan pembiayaan dan tahapan jangka panjang yang konsisten.

Subandi menilai pembangunan folder pengendali banjir di kawasan Sungai Siring, Samarinda Utara, adalah contoh program yang harus dijaga keberlanjutannya. Proyek seluas 60 hektare itu diproyeksikan menjadi penahan limpasan air dari hulu Sungai Karang Mumus (SKM) sebelum masuk kawasan padat penduduk.

“Folder itu akan menjadi penyangga utama. Kalau berhenti di tengah jalan, limpasan dari hulu tetap akan langsung turun ke kota,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga :  Progres Pembangunan RS Mulya Medika di Samarinda Seberang Mencapai 70 Persen

Saat ini penggalian baru mencakup sekitar 10 hektare dari total target 60 hektare, sehingga kebutuhan anggaran masih sangat besar. Subandi menekankan bahwa proyek jangka panjang seperti ini harus mendapatkan kepastian dukungan fiskal lintas tahun, bukan hanya mengandalkan kemampuan APBD dalam satu periode.

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa pengendalian SKM tidak bisa berdiri sendiri. Pengerukan sedimentasi Sungai Mahakam juga harus masuk dalam paket penanganan banjir. Kondisi pendangkalan yang semakin parah, bahkan terlihat dari tumbuhnya rumput di area sungai sekitar Jalan Slamet Riyadi, menunjukkan daya tampung Mahakam terus menurun.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltim Bersama Pj Gubernur Kaltim Tinjau Kesiapan Pilkada Serentak 2024

“Kapal saja sudah mulai sulit merapat. Itu tanda sedimentasi sudah mengganggu. Kalau Mahakam dangkal, air dari SKM tidak punya ruang,” kata Subandi.

Ia menegaskan, banjir Samarinda hanya bisa dikendalikan jika penanganan hulu, tengah, hingga hilir sungai dirangkai dalam satu strategi yang utuh bukan berjalan sendiri-sendiri sesuai prioritas instansi masing-masing.

Teks foto : Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi (istimewa).

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
DPRD Kaltim Dorong Daerah Tertinggal Perkuat Kapasitas Administrasi agar Tak Kehilangan Bantuan Provinsi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB