RadiusKaltim.id, Samarinda – Rencana pembangunan empat SMA baru di Kutai Kartanegara dinilai harus melalui kajian menyeluruh terkait kondisi anggaran, kebutuhan guru, dan proyeksi jumlah siswa. Komisi IV DPRD Kaltim menilai rencana ini tidak boleh terburu-buru mengingat situasi fiskal daerah sedang mengalami tekanan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah tidak hanya membutuhkan biaya konstruksi, tetapi juga biaya operasional tahunan yang cukup besar.
“Pemerintah harus bisa memastikan Semua aspek sudah terukur sebelum mengambil keputusan yang final tanpa pertimbangan yang lebih matang,” Jelasnya
Selain isu fiskal, Komisi IV juga mengingatkan perlunya kajian struktur kebutuhan pendidikan agar pembangunan sekolah benar-benar menjawab persoalan pemerataan akses pendidikan.
“Jangan sampai upaya pemerataan pendidikan justru memunculkan persoalan struktural baru di kemudian hari,” tutup Darlis. Selasa (02/12/2025)
Komisi IV memastikan pihaknya akan mengawal seluruh proses kajian mulai dari kebutuhan guru, sarana pendukung, hingga perencanaan anggaran jangka panjang agar sekolah yang dibangun tidak menjadi beban baru bagi pemerintah daerah.
Penulis : Adi
Editor : Syahfril









