RadiusKaltim. co, Samarinda – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Adnan Faridhan, menyoroti maraknya kasus perundungan pelajar di Samarinda dan mendesak penindakan tegas terhadap para pelaku agar menimbulkan efek jera.
“Pembulian itu salah, ini melanggar hukum, perlu diberikan sanksi tegas,” tegas Adnan Faridhan yang meruapakan anggota Komisi I DPRD Samarinda Fraksi Golkar. Selasa (20/5/2025)
Adnan sapaan akrabnya, menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam menangani kasus perundungan, selain peran dari pemerintah.
“Pendidikan dari orang tua itu penting. Tolong agar para orang tua bisa memberikan pendidik yang baik di lingkungannya,”tutur Adnan.
Dirinya menjelaskan bahwa kebanyakan pelaku perundungan berasal dari latar belakang keluarga yang kurang memadai, yang memengaruhi pembentukan karakter mereka.
“Tapi kebanyakan mereka (pelaku) ini juga korban. Setiap ditanya pelaku ini, mereka hanya bilang tidak tahu dan orang tua saya sudah bercerai. Mereka ini anak broken home yang tidak mendapat pendidikan dengan baik dilingkungannya,”bubuh Nya
Lebih lanjut, Adnan menyampaikan, bahwa perundungan tidak bisa dimaklumi, apapun latar belakang pelakunya, karena dampaknya yang sangat merugikan korban secara fisik dan psikis.
“Jangan anggap ini hanya kenakalan remaja yang biasa terjadi dikalangan pelajar, karena ada sanksi hukum daripada pelakunya sendiri. Maka perlu diberikan efek jera bagi pelakunya,” tutup Adnan.









